Senin, 26 November 2012

M_A_N_I_P_I

*
entahlah, tak banyak memory ku yang menyimpan tentangmu
desa kecil di kaki gunung bawakaraeng yang dingin, pemandangan elok, pemandian umum, bau tanah yang menyenangkan, rumah panggung dari kayu, tempat tidur besar dengan kelambu
karaeng safi’ yang tak pernah sukses memanggil nama lengkapku
seperti nama anak jawa katanya…

ah, bukan bukan sekedar itu…
manipi awal semuanya dimulai,
mula menjalani takdir bagi petta nenekku
tempat ia membangun harapan semasa kecilnya
sejuta rindunya selalu ingin kembali..
bahkan hingga di penghujung hidupnya
ingin pulang dan menjemput janji kehidupan ditanah itu
meski tak sempat terwujud… maaf
manipi….
semoga aku punya alibi untuk kembali menjejak di tanah nenek moyangku itu…
ya suatu saat nanti...