Sabtu, 10 Agustus 2013

decasu



DECASU 
Dear calon suamiku..
Hei.. bagaimana kabarmu.. lama sekali menantimu…  aku mau curhat padamu *tarik napas*

Kelak aku akan merengek bosan dirumah, bosan hanya mengurusmu dan anak anak, aku ingin membantumu mencari nafkah tapi bukan untuk menggantikan peranmu, aku hanya ingin mengaktualisasikan diri saja.. ah mungkin kelak itu alasanku.. kemudian ketika aku akan berangkat kerja namun aku menjadi tidak tega melihat anak kita yang mungkin akan kehilangan banyak waktu bersamaku.. aku tak tega padanya sampai akhirnya tidak jadi bekerja (aku tak mau melawan kata hati). Bagaimana mungkin aku percaya sama orang lain untuk mengurusnya.. mengurus anak anak kita sayang. Baiklah sayang, aku tidak jadi bekerja. Mungkin aku juga tidak sanggup jika ada lelaki lain (atasan di tempat kerja) yang harus aku turuti selain kamu. Maafkan aku sayang aku akan dirumah mengurus anak anak kita, membuat rumah terasa nyaman untukmu dan menunggumu dengan secangkir teh hangat plus senyum manis dariku,, hehehee

Calon suamiku, mungkin aku akan banyak mengeluh padamu. Aku lelah seharian mengurus rumah, mencuci dan menggosok bajumu, menyiapkan makanan untukmu, membersihkan rumah, belanja ke pasar, merapikan tas sepatu kertas kertas yang sembarang saja kamu letakkan. Aku akan ngomel ngomel sambil menyelesaikan semuanya. Kamu yang lelah pulang kerja akan pusing pusiiiiiing sekali dengan mulutku yang tidak berhenti bicara.. hahahahaa…. Ku katakan bersabar ya.. sabarlah menghadapiku.. lantas kau menawarkan padaku untuk mengambil satu orang asisten rumah tangga tapi aku menolak sambil bilang “aku masih mampu mengurusnya semua, lagian kan lumayan uang buat bayar gajinya kalo kita tabung saja” kamu pun semakin bingung… maafkan aku yang sukar kau pahami apa mauku… sabarlah menghadapiku

Calon suamiku…. Aku akan curiga dan cemburu sekali kalau tau kalau teman teman perempuan di kantor mu cantik cantik dan modern, jika kau pulang terlambat aku resah, aku akan sering menelponmu sampai kau merasa terganggu, itu semua kulakukan karena aku sangat mencintaimu dan tak mau kehilanganmu. Calon suamiku…. Aku minder karena aku tak secantik istri istri temanmu, aku tidak langsing, tidak tinggi, putih dan berkulit semulus mutiara. Aku sangat biasa, aku tak mau menemanimu ke acara kantor. Aku gak mau kamu ikutan minder karena harus menggandeng aku. Aku memang sensitif sekali membuatmu bingung harus berbuat apa…

Calon suamiku… setiap hari ada saja yang aku laporkan padamu.. hari ini tetangga kita si A beli mobil baru, si B beli kulkas baru, adikku dan suaminya baru saja pulang dari pelesir keliling eropa, baju buat ke pesta sudah berkali kali ku pakai, merk bedak si bagus tapi mahal banget lalu kulanjutkan dengan permintaan macam macam “aku mau rumah yang di cluster sana, kendaraan merk itu, kosmetik merk ini” pokoknya aku bawel sekali. Jika hal itu benar benar terjadi, calon suamiku kumohon tetaplah tersenyum sambil memintaku untuk bersabar. Karena sebenernya aku paham kalau bersamamu mengurusmu menjadi istrimu menjadi ibu dari anak anakmu adalah melebihi kebahagiaan materi yang ada di muka bumi ini.   

Sepertinya gw belom bisa jadi istri yang baik, mungkin karena itu kita juga masih belum bertemu… hei gw janji akan terus memperbaiki diri agar kelak tiba masanya kita bersatu, gw manjadi pribadi yang indah menenangkan dan menyenangkan untukmu. Agar surga senantiasa hadir diantara kita. aku akan setia menantimu dengan menjaga diri dengan sebaik baiknya penjagaan yang mampu aku lakukan.... udah dulu yah...