Jumat, 08 November 2013

CATATAN TENTANG CINTA CINTAAN (Uhuuuuk uhueeeeks)



Aku berasal dari keluarga yang tak pernah habis cintanya. Dilahirkan dengan dasar keyakinan kepada Tuhan sebagai pencurah cinta yang kemudian menjadi sumber kekuatan untuk hidup dan terus berkembang sampai saat ini. cinta kemudian hidup bersama ku mengalir di darah, menghembus di tiap nafas dan berirama dengan detik hidupku. (lebay mampus lo nu.. wkwkwkwkwkw) #plak#gagal_serius

*jedotin dulu pala biar normal*
Lanjuuut…

Menurut gw cinta adalah definisi paling pas untuk sebuah kasih sayang yang melampaui batas hak dan tanggung jawab. Mulai dari nyokap dan bokap beserta sejuta pengorbanannya, kemampuan meredam ego kebahagiaannya demi anak anaknya yang nggak tahu bisa apa nggak melunasi semua yang telah diberikan. seumur umur belom pernah nemu anak yang udah mampu berbuat lebih daripada orang tuanya berikan. Which is gw gak pernah tuh nemu istilah ayah ataw ibu durhaka. Ya nggak sih?? Iya donk iya kan??? Pokoknya iya #maksa

Selain cinta antara orang tua, cinta terhadap teman, cinta pramuka, cinta fitri *haddoooh*, cinta sesama manusia dan banyak lainnya bentuk pengejawantahaan cinta yang akhirny menjadi sebuah jawaban atas segala masalah yang timbul akibat perbedaan. Konflik antar manusia, antar Negara, antara anyer dan Jakarta #halah# bisa diretas sama yang namanya cinta. So sampai di titik ini gw percaya bahwa cinta adalah sebuah jawaban.

Hidup berlanjut (lanjut kemane ye kira kira), masalah pun semakin beragam. Dan pada akhirnya gw ketemu sebuah frase KHIANAT (di caps lock biar dramatis). Menghkhianati dikhianati terkhianati yang akhirnya bkin gw merenung dan tercenung bahwa cinta bukan sekedar jawaban!!! kadang ia menjadi sebuah pertanyaan PERTANYAAN BESAR. Kenapa sih gw yang udah tulus bisa dikhianati kenapa perasaan terkhianati menghujam begitu sakitnya?? dan di point itu cinta bukanlah jawaban. That’s all

Kenapa perbedaan gw dan dia tak lagi cukup dijembatani dengan cinta? Mengapa cinta tak lagi mampu meredam hati gw yang resah? Kenapa menjadi sulit memahami dia dan tak lagi dia mampu memahami gw?? Betapa melelahkannya begini… Cintakah? Kemana cinta??? (lagi ngejar rangga ke bandara kali mpok #plak#)

Nggak sanggup lagi gw menahan sakit di relung hati tempat cinta bertahta, tapi tak tahu juga harus gw simpan dimana lagi (gak mungkin kan kalo gw taro di kulkas tempat bumbu dapur samping terong.. haiyaaa panjang). Lalu diam diam logika berbisik “biarkan cinta bersemayam disini” lantas gw jawab “cinta tak mengenalmu, cinta tak kenal logika” dibalas sama logika “makanya kenalin donk, cinta itu sahabatnya pengorbanan kalo kamu ngotot trus gak mau pake aku pasti kamu akan lelah karenanya” “baiklah logika aku akan berfikir sebentar” “terima kasih telah percaya sama aku” kata logika “maksudnya?” gw jadi heran dan logika kembali menjawab “ketika kamu berfikir maka kamu telah menempatkan cintamu padaku pada logika bukan hanya dihati” lalu seketika lelah itu hilang.. kenapa gak dari dulu aja yah cinta gw kenalin sama logika. Wkwkwkww

Jadi Intinya adalah heiiii sejak kapan catatan gw pake inti. Silakan lu yg baca mikir sendiri soalnya skarang gw lagi bingung kenapa gw bisa ngomong sama logika gw sendiri. Tolongggg tolonggggggggg…….