Senin, 25 November 2013

KENAPA NGGAK YAAA



Kejadian 1:
A: lo mau ikut NGGAK??
B: kemana?
A: gw mau nonton di mall abis itu makan
Kejadian 2
A: lo ikut YAAAA
B: Kemana??
C: nguras kolam buaya
Kejadian 3
A: Lo mau ini NGGAK *nyodorin coklat cadburik*
A: eh ini ada roti mau YAA *nyodorin roti yang ekspirednya bsok*
A: Temenin gw lembur yaaaaa
B: Temenin gw makan bakso pengkolan sana, mau nggak???

Kenapa sih kenapa yah?? Setiap nawarin sesuatu yang enak pasti ujungnya pake kata kata NGGAK dan sesuatu yang gak enak cenderung merugikan pasti ujunya kata kata YA… termasuk gw mungkin yang juga terkadang menggunakan ya dan nggak sesuai ilustrasi diatas. 

Padahal kalo kita di posisi orang yang ditawarin pasti nggak enak nolak kata kata iya dan cenderung jadi agak males klo ujungnya nggak (kecuali lo tipikal kadar cueknya sangat berlebihan). Terkadang niat keikhlasan juga ketulusan jadinya tertangkap secara gambling dengan penekanan iya dan tidak. Jadi termasuk gw mulai skarang coba mulai berhati hati serta menata hati agar apa yang terucap dan niat baik bersinergi dengan apa yang ditangkap orang lain. Kalo kata tante gw sense of emphaty. Simple sih soalnya ini yang seringkali terjadi di keseharian kita namun seringkali luput perhatian.

Eniwei busway di hawai marii mariiii menarii seperti biri biri… catatan ini gw tujukan untuk diri gw pribadi kok dan kalo lo merasa yah bersyukurlah karena masih dberi kepekaan rasa. Harapan gw bisa melakukan perbaikan setiap harinya. Jadi mauuu yaaaaa selalu menjadi orang yang tulus…