Langsung ke konten utama

adakah sahabat

A   : udah makan belum??
Me : Belum
A   : Yawdah jangan makan yah biar sakit trus masuk rumah sakit, jadi kan   lumayan tuh dokter, perawat, apoteker, orang laborat, radiografer, satpam, kasir, tukang parkir jadi ada kerjaan deh gara gara kamu sakit
Me : ih cerdas banget sih ide elo.. biasanya jam segini sih aku makannya orang.. sini deh deket deket aku (pasang emoticon eyelashes) biar gw kunyah ampe ancur lo (emoticon devil)


Me : pusing kepala gw
A   : kok bisa
Me : iya nih masalah kerjaan bla bla bla *curhat deh langsung*
A   : ya ampunn kamu jadi stress gitu.. ikut aku yuk.. 
     diajak jalan naik ke rooftoof lantai 11 di salah satu mol
     lantas dengan tatapan teduh penuh empati berbisik manja.. kalau nggak 
     kuat hidup loncat aja gih kesana   *nunjuk jalanan yang ramai kendaraan 
     dengan kecepatan penuh*


A   : bagus nggak *nunjukkin baju kaos dengan tulisan sale 50%*
Me : bagus kokk cocok
A   : emank sih gw kalo pake apa aja cocok *muka sombong*
Me : iya kaosnya cocok banget sama muka lo yang bulet dan kulit lo yang putih tua plus dompet lo yang setipis pembalut

jangan tanyakan tentang arti sahabat sama gw dan dia... gw hanya menganggap dia sebagai makhluk yang selalu ada disaat gw butuh solusi tanpa harus ada yang di gadai dan dia hanya menganggap gw artis sinetron yang patut dipuja seonggok manusia yang mengisi hari hari nya yang nggak penting. makanya tak sudi aku menuliskan namanya disini.
 *emoticon buang muka* *eh pungut lagi mukanya soalnya cuma punya satu* muahahahahaa

banyak definisi tentang sahabat dan arti persahabatan. mulai dari persahabatan yang  diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan
kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan


ah ilusi, entah gw harus menggunakan parameter yang mana untuk mendefinisikan arti kehadirannya sebagai sahabat *cuihh* dia ada mendengarkan menguatkan lalu menjatuhkan sejatuh jatuhnya dan gw lupa dengan masalah gw sendiri lantas tak mampu menyembunyikan kesalahan yang menghadirkan perselisihan

dia bilang gw ada membungkus lukanya dengan luka yang baru, lebih sakit namun membuatnya tersadar untuk segera sembuh. yah begitulah orang sakit jiwa yang sadar kalo dia gila..  


suatu hari dia datang disaat titik air mata tak mampu lagi gw sembunyikan di balik senyum saat gw harus berada diantara orang orang 'jahat' disaat gw yang hanya bisa mengatakan "gw lelah mba" dia datang lantas mencubit pipi gw lantas mengatakan "yuks sholat magrib dulu, abis itu makan gorengan mang anda"
 
yah dengan ini gw harus mengakui kalau dia adalah sahabat 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEHARIAN DI SURABAYA

Assalamualaikum, hula gengs,, mau lanjutin nih cerita maratorn trip surabaya - banyuwangi - bali lanjutan Postingan sebelumnya, Akhirnya gw tiba di bandara Juanda dan disana sudah ada mba Y dan dek A Karena pagi masih jadi destinasi pertama tempat kami adalah sarapan di soto kudus kedai taman. Disana kami sarapan sambil ngobrolin agenda perjalanan dan update kabar masing masing karena pertama kalinya bisa berkumpul setelah berbulan bulan hanya bersua melalui gawai Foto saat tunggu makanan Setelah sarapan kami bergegas ke destinasi berikutnya, yaitu rumah sampoerna tapi saat tiba di lokasi ternyata sedang tutup, jadi kami ganti tujuan ke alun alun bawah tanah.  Alun alun sedang ada pameran fotografi serta sejarah café simpang kehidupan kaum expatriat, jadi gw R dan mba Y bisa numpang foto disana, setelah keliling kami memutuskan untuk minum es cream zangradi, lokasinya tinggal nyebrang dari alun alun, disana makan es cream sambil menunggu. di atas alun alun bawah tanah di dalam alun alu

CORDOVA

Cordova…oh…Cordova… Istana singa telah jadi museum Mesjid Abdurrahman tinggal puing-puing Universitas castilia telah jadi biara Semua…semua kegemilangan telah lenyap Tuan tahu mengapa ini bisa terjadi… Ini terjadi akibat perpecahan… Perpecahan pemimpin Islam Kini tinggal kisah…kisah Andalusia Segagah Islamiyah hanya satu…satu bukan dua Yaitu bersatu…sekali lagi bersatu TAUHID… IJTIHAD… Kami tidak ingin Indonesia menjadi andalusia Penuh kisah biadabil ambisius Menggadai-gadaikan umat pada segelintir pedagang Mengkotak-kotakkan umat berfirqah-firqah Lalu mengadu mereka penaka domba Aku rindu pada binaan rumah tangga Islam Indonesia Satu Ukhuwah…Satu Shaff…Satu Komando…Satu cita-cita Pembawa Nama ALLOH yang kekal dalam sejarah Hidup Persatuan Muslim…Hidup Persaudaraan Muslim LAILAHAILLALLAH…MUHAMMADURRASULULLAH Karya: Alm. H Yunan Helmy Nasution diatas adalah puisi kesukaan nyokap gw, beliau hapal mati ni puisi.. tapi akhir2 ini suka lupa, akhirnya gw ini

lepas masker

Semalam ramai tentang keputusan pak pres tentang saat ini boleh melepas masker di area outdoor Mendengar keputusan itu campur aduk rasanya, tahun ke 3 masa pandemi bener bener merubah banyak hal  Setelah informasi tersebut, gw chat sahabat sahabat (karena lebih dari 1 orang) sekaligus tetangga dan jawabannya sama "belum siap buat lepas masker, udah nyaman begini"  Rina berkomitmen untuk tetap memakai masker sedangkan Diah masih butuh waktu buat adaptasi lagi, klo gw sih waaah jujur gak betah udah pake masker, nasib hidung minimalis (baca : pesek)  Sama seperti awal peraturan bahwa kita harus memakai masker, rasanya masih ga percaya harus kemana mana pakai masker tapi ternyata dapat dilalui, sekarangpun aturan untuk boleh melepas masker masih bikin ga percaya atau mungkin seperti kata Diah  Masih butuh waktu buat adaptasi, padahal pandemi gak pernah mau nunggu kita adaptasi