Minggu, 26 Juli 2020

Sereun Taun di Ciptagelar (Bag. 2 Sehari di desa SINAR RESMI)



Menyambung post sebelumya. 

Desa Sinar Resmi sendiri bisa ditempuh dengan kendaraan biasa, akses jalan pun mulus beraspal, gw sendiri gak melihat kendaraan umum untuk kesana sih, sinyal bagus dan banyak warung warung yang dikelola warga desa. meski begitu semuanya tetap bisa menjaga kelestarian desa adat dan tradisi nenek moyang mereka dalam bidang pertanian. HEBAT sih menurutku. oh iya, nanti mobil kami dititip disini begitupun barang barang bawaan. jadi nanti yang dibawa ke desa Cipta Gelar hanya yang penting saja. 

Sampai di Sinar Resmi, kami melapor diri di Imah Gede, kasepuhan, Imah Gede merupakan rumah induk sekaligus central dari kegiatan desa itu. Kasepuhan Sinar Resmi sendiri dipimpin oleh Abah Asep Nugraha, yang selanjutnya kami panggil Abah.  Kami berkenalan dengan Abah dan Ambu untuk minta ijin untuk berkegiatan siang sampai sore di desa itu. Abah sungguh bersahaja menyampaikan banyak hal seputar nilai nilai kehidupan yang diwariskan leluhurnya dan usaha usaha seluruh kesatuan adat Banten Kidul untuk terus manjaga nilai tersebut di era gempuran masa dan teknologi.
Setelah numpang sarapan di Imah Gede, kami diantar menuju Home stay (rumah warga lokal) untuk istirahat sebentar dan mandi. tak lupa kami mengambil foto di tangga depan pintu masuk Imah Gede. 

 Abah ditengah yang memakai baju hitam
Persis di depan kasepuhan ada panggung lengkap dengan peralatan musiknya, kalau ada acara adat baru difungsikan, selain itu juga ada alat penumbuk padi yang disebut lisung, alat ini sampai sekarang masih digunakan. menurut abah mengolah padi masih ditumbuk manual belum pakai mesin, makanya nasi disana rasanya  masih khas dan masih ada serat serat gabahnya. 

gw penasaran, coba mau numbuk tapi gak ada gabahnya.. hiks..
Setelah agak siang gw dan temen temen RIM menuju SD Sirna Resmi (nama desa nya Sirna Resmi) untuk ngadain semacam kelas cita cita dan campaign masalah kebersihan dan pentingnya cuci tangan. 
perjalanan ke SD Sirna Resmi, nanjak ke atas.. khaaan maeeeen 

Sampe di SD kita mulai kegiatan, seneng deh adek adek disana sangat antusias, kami semua happy 


ini tim kesehatan sedang campaign masalah kesehatan

adek adek SD Sirna Resmi

foto setelah kegiatan


Diperjalanan pulang kita ketemu sama adek adek SD Sirna Resmi, cerita tentang keseharian mereka, jarak yang harus ditempuh untuk kesekolah, pekerjaan orang tua mereka. sebelum berpisah kami sempat berfoto di bawah pohon rindang yang super adem


Diperjalanan pulang, sebelum berpisah sama adek adek, duh mereka tuh sungguh ramah dan cantik cantik
Setelah kelar berkegiatan di SD Sirna Resmi kami kembali ke homestay untuk bersiap siap melanjutkan perjalanan ke desa cipta gelar, karena nanti sore acara sudah dimulai. sepanjang jalan kami sibuk berfoto foto, terlalu excited dengan pemandangan alamnya.




Dibelakang adalah homestay kami, terbuat dari kayu dan bambu yang bersih dan nyaman, toiletnya juga udah ada, sistem sanitasi udah dibangun oleh beberapa mahasiswa yang KKN disana beberapa tahun lalu 


Perjalanan menuju homestay. Seru kan!!


Sekitar jam 1 siang, gw membawa barang secukupnya untuk menginap di cipta gelar, dan berkumpul kembali di kasepuhan untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan. 

Di Imah Gede sendiri masih menggunakan cara tradisional untuk memasak nasi yaitu dengan tungku dan dandang  lalu didinginkan dengan cara di akeul. 






Sekian kegiatan seharian di desa Sinar Resmi. 

lanjut next post yah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sereun Taun di Ciptagelar (Bag. 4 - Malam di ciptagelar)

Padi adalah sumber kehidupan bagi warga Ciptagelar. Banyak upacara yang dilakukan sesuai proses tanam padi. Sereun Taun merupakan upacara p...